Bu Mukhayaroh
 
   
 
» PROFILE
» CERITA
» AGENDA
» PROSES
» GALLERY
» CONTACT US
 

next>

YANG MASIH TERUS KELOMPOK BIMASAKTI

oleh : BU MUKHAYAROH

 
     

Saya orang Giriloyo asli. Yang mengajari membatik pertama kali ibu saya. Nenek saya juga mengajari. Itu kira-kira sejak kelas 3 Sekolah Dasar.

Setelah lulus SD kemampuan membatik saya sudah bisa membuat batik sampai selesai. Tapi masih kasaran, bukan batik yang halus. Lalu, sedikit demi sedikit saya belajar batik yang halus.

Kalau membatik yang halus, saya tidak mengerjakan sendiri. Ada seorang tetangga yang membantu nyeceki. Karena, kalau nyeceki penglihatan saya sudah kurang. Yang lain masih bisa saya kerjakan sendiri, misalnya membuat pola, nglowongi, nembok, dan lain-lain. Setelah selesai, pewarnaannya diproses di kelompok Bimasakti.

Dulu, 20 tahun yang lalu, bersama Bu Hartinah dan Bu Farid, saya pernah mengikuti kursus pewarnaan di tempat pak lurah. Mula-mula ada 50 orang, lalu pecah menjadi 4 kelompok. Satu kelompok di Imogiri, satu kelompok lagi di Giriloyo, satu kelompok di Sindet, dan satu lagi di Nogosari. Yang masih terus sampai saat ini kelompok Bimasakti. Yang lain sudah tidak aktif.

Jadi Bimasakti awalnya dari kelompok kursus tersebut. Setelah kursus itu kami bisa mewarna dan nglorot sendiri. Sebelumnya tidak sampai nglorot dan warna. Hanya membatik saja. Setelah bisa proses warna dan lorot, Bimasakti dibentuk.

Motif yang saya kerjakan banyak, ada sidomukti, semen romo, sri kuncoro, pringgodani, sokorini. Dulu ibu saya sering menggarap motif-motif itu, sehingga lama-lama saya hafal karena sudah terbiasa. Karena itu pola motif-motif tersebut saya juga bisa membuatnya.***

 
       
 
 
Copyright 2008, Bimasakti