Bu Farid
 
     
 
» PROFILE
» CERITA
» AGENDA
» PROSES
» GALLERY
» CONTACT US
 

next>

POLA ASLINYA DARI KERATON,
TAPI KAMI KEMBANGKAN SENDIRI

oleh : BU FARID

 
     

Saya mulai belajar membatik kepada ibu saya, sekitar umur 10 tahun.  Setelah menikah, saya diberi modal oleh ibu saya. Saya teruskan usaha ibu itu sampai sekarang. Sekarang saya berumur 57 tahun. Jadi sudah 47 tahun saya membatik.

Kalau ada anak yang belajar membatik kepada saya, biasanya saya suruh untuk nglowongi. Nglowongi paling cocok untuk anak yang baru belajar. Nglowongi adalah menebali batik dari baliknya, mengikuti batik yang sudah dibuat. Kalau tidak tebal hasilnya tidak bagus.

Batik-batik yang kami buat pola aslinya dari keraton. Tapi kami kembangkan sendiri. Biasanya kami membuat variasi pelatarannya. Kami bisa memilih berbagai jenis pelataran seperti kembang pacar, sungut, canthel, atau ukel. Bisa pula dua pelataran dipadukan menjadi satu, misalnya pelataran ukel dan canthel dipadukan menjadi ukel-canthel.

Saya juga sering mengkoleksi batik-batik yang dijual oleh pedagang keliling. Harganya murah karena batik printing. Sekitar 20 ribu. Kalo ada motif yang bagus saya beli. Motif tersebut lalu saya buat polanya dan saya kembangkan.

Satu kain batik dikerjakan oleh beberapa orang. Saya bagian yang membuat pola dan yang mengarahkan. Jadi tidak semuanya saya yang mengerjakan. Tiap orang mengerjakan bagiannya sendiri sesuai dengan keahliannya, dan dikerjakan di rumah masing-masing. Ada yang nglowongi, ada yang nyeceki, dan lain-lain.

Dulu saya juga pernah membuat dodot pesanan keraton. Yang mendapat pesanan Bu Hartinah.  Oleh bu Hartinah kemudian dibagi dengan saya, bu Harti satu potong, saya satu potong. Setelah jadi kemudian dipadukan menjadi satu.***

 
       
 
 
Copyright 2008, Bimasakti